Standard Operating Procedure
1.  Sumber Air

Diseluruh outlet Jasa Laundry, kita selalu menggunakan air yang bersumber dari sumur baik itu sumur cincin maupun sumur bor, hal ini kita lakukan agar dapat memastikan ketersediaan air produksi yang berlimpah. Hal ini juga agar Jasa Laundry bisa menekan biaya produksi air bersih dimana kalau kita menggunakan PDAM maka akan menambah biaya produksi sehingga nantinya akan berdampak pada pelanggan dimana harga jasa laundry juga akan menjadi naik, belum lagi kalau PDAM nya mati sehingga mengganggu produksi dikarenakan tidak tersedianya air bersih.

 

2.  Proses Penyaringan Air

Pada produksi pencucian pakaian yang memerlukan air maka air yang berasal dari sumur tersebut akan kita saring terlebih dahulu dengan 3 filter yang menggunakan catridge dengan ukuran 10 micron. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas air yang bersih yang tidak tercemar dengan kotoran sehingga menjamin pakaian pelanggan agar tetap bersih. Pada perawatan filter ini kita cukup menggantikan catridge nya dengan yang baru apabila filter tersebut telah sumbat.

 

3.  Proses Pencucian

Pada proses pencucian pakaian, sebelum dimasukkan ke dalam mesin cuci kita selalu memastikan pakaian yang kotor akan disikat terlebih dahulu dengan tangan. Setelah bersih disikat baru dimasukkan ke dalam mesin cuci untuk di cuci. Adapun mesin cuci yang kita gunakan pada seluruh outlet adalah mesin cuci dengan pintu didepan karena mesin cuci dengan jenis atau model ini yang menjamin pakaian kita tetap menjadi awet dibandingkan dengan mesin cuci dengan pintu di atas atau mesin cuci 2 tabung.

 

Untuk proses pencucian pakaian putih, kita selalu memisahkan antara pakaian putih dan pakaian yang berwarna. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadinya luntur warna pada pakaian putih nantinya.

Sementara untuk proses pencucian, ada beberapa pelanggan yang memang meminta dilakukan proses pencucian pakaian dengan tangan dan ini pastinya akan berbeda harganya antara proses pencucian menggunakan mesin dan dengan menggunakan tangan (manual).

 

4.  Proses Pengeringan

Proses pengeringan dilakukan dengan penjemuran pakaian di ruang terbuka agar dapat memastikan pakaian pelanggan tidak berbau apek. Hal ini dilakukan agar pakaian terkena langsung udara bebas dan juga sinar matahari sehingga pakaian tetap wangi dan higenis.

Apabila pada bulan-bulan yang curah hujannya tinggi seperti pada Desember, untuk outlet 1 kita telah menggunakan alat pengering dimana ini digunakan agar tetap menjaga mutu tepat waktu selesai laundry sehigga tidak mengecewakan pelanggan. Tentunya penggunakan mesin pengering ini bersifat kondisional karena apapun alasannya ternyata proses pengeringan secara alami lebih baik bagi pakaian agar tetap awet.

 

5.  Proses Strika

Proses strika dilakukan menggunakan strika listrik, hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bekerja kepada pekerja dan juga keterampilan dari pekerja yang saat ini memang sangat familiar menggunakan strika listrik. Kita belum ada pengembangan ke strika uap karena pekerja kita belum familiar dan juga memiliki pengalaman menggunakan alat tersebut.

Namun demikian kami tetap memastikan hasil strikaan nya sesuai standar kerapian agar tidak mengecewakan pelanggan.

 

6.  Proses Packing

Pada proses packing hasil laundry, di seluruh outlet kita memakai plastik PP dengan ukuran yang disesuaikan jumlah pakaian pelanggan dimana plastik PP memiliki karakteristik bening, bersih dan tidak berbau agar memastikan hasil produk kita dapat memuaskan pelanggan.

 

7.  Proses Pemberitahuan (Notifikasi)

Pada proses notifikasi ini, kita telah memiliki aplikasi yang saling terhubung antara pelanggan dan kasir, dimana setiap pelanggan akan diberikan notiifikasi melalui email (bagi pelanggan yang telah memasukkan emailnya di profil pelanggan) baik itu berupa status baru, proses, selesai dan di ambil termasuk juga setiap transaksi topup saldo.

Pada notifikasi awal transaksi juga aplikasi selalu mengirimkan email dengan lampiran berupa nota tansaksi laundry kepada pelanggan yang telah mengisi alamat emailnya di dalam profil pelanggan.

Selain notifikasi email juga apabila dianggap mendesak dan harus langsung, maka kasir akan segera mengirimkan pemberitahuan via WA ataupun telpon, maka dari itu diharapkan kepada pelanggan setia untuk memberikan nomor WA kepada kasir.

 

8.  Proses Perhitungan Infaq

Pada proses perhitungan infaq, dimana aplikasi secara otomatis akan menghitung setiap transaksi yang telah lunas dibayar setiap Kg nya (@Rp.150,-) dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 30 atau 31 setiap bulannya. Nah dari pada itu maka pada laman depan web Jasa Laundry akan menampilkan total infaq yang sedang dikumpulkan pada bulan berjalan dari setiap transaksinya.

 

9.  Proses Penyaluran Infaq

Proses penyaluran ini diberikan berdasarkan kriteria di alquran dan hadits untuk penerima infaq. Saat ini kita baru menyalurkannya kepada anak yatim yang ada dipanti asuhan, namun demikian kami sangat berharap masukannya dari pelanggan untuk memberikan rekomendasi pihak-pihak yang berhak menerima infaq kita bersama ini.

Apabila pelanggan memiliki rekomendasi orang atau kelompok yang berhak menerima infaq kita ini maka dapat langsung mengirimkan datanya via WA yang terdapat di web ini.

 

10. Awards bagi Member

Pada saat ini Jasa Laundry baru sanggup memberikan apresiasi kepada pelanggan terhitung transaksi bulan Juli 2018. Adapun kriteria awards yang berikan adalah pelanggan yang memiliki transaksi terbanyak di masing-masing outlet selama 6 bulan (Juli – Desember 2018).

Adapun Top 10 Transaksi masing-masing outlet dapat dilihat di laman utama dari https://jasalaundryaceh.com.


Update tanggal : 3 Januari 2019.