Ceritanya Anda pecinta cokelat. Jadi Anda pasti tahu bahwa minuman cokelat lezat yang kaya akan kandungan susu dapat membuat tempat berantakan saat tumpah. Cokelat mengandung lemak (yang lezat) dengan kadar tinggi yang secara bertahap dapat merusak pakaian dan karpet, jadi hilangkan noda sesegera dan seefisien mungkin. Berikut metodenya.

Metode 1. Menghilangkan Noda Cokelat pada Pakaian

  1. Kikis semua noda cokelat pada pakaian dengan perlahan. Dinginkan pakaian di kulkas selama 10-15 menit untuk menjaga agar noda tidak menyebar. Berhati-hatilah agar tidak menghasilkan noda tambahan akibat menempatkan pakaian pada isi yang terbuka di kulkas. Setelah padat, tempatkan pakaian pada permukaan yang datar dan gunakan pisau mentega atau apa pun dengan tepi yang kaku untuk mengikis cokelat berlebih. Hilangkan sebanyak mungkin cokelat berlebih tetapi jangan semakin menggosokkan cokelat pada pakaian.
    • Pastikan untuk mengikis cokelat di sekeliling noda, dengan mencakup jumlah bahan yang terpendek. Misalnya, jika Anda mengikis noda dari bagian tengah baju, kikislah hingga ke bagian tepi noda. Jangan mengikis melewati noda itu sendiri atau noda cokelat akan semakin menyebar.
    • Noda cokelat akan semakin kuat seiring waktu, jadi penting untuk menghilangkannya sesegera mungkin.
  2. Pijatlah noda dengan detergen pakaian atau penghilang noda pra-pencucian. Bubuhkan produk pra-perawatan langsung pada noda dan biarkan terendam hingga lima menit sebelum menempatkannya ke dalam mesin cuci.
  3. Cucilah menggunakan detergen. Ikuti petunjuk pencucian seperti yang biasa ditemukan pada label bagian dalam pakaian. Berhati-hatilah dengan bahan-bahan tertentu yang hanya bisa dicuci dengan tangan atau dicuci kering seperti wol. Cucilah pakaian berwarna putih dengan pengaturan air paling panas yang disarankan disertai produk pemutih. Untuk pakaian berwarna, cucilah dengan pengaturan air paling panas yang disarankan dengan detergen yang aman bagi pakaian berwarna.

    • Jika pakaian Anda hanya dimaksudkan untuk pencucian kering, bawalah ke jasa pencucian profesional.
  4. Cari sisa-sisa noda. Setelah pakaian dicuci, carilah sisa-sisa noda dan ulangi proses pencucian sebanyak mungkin. Jangan tempatkan pakaian Anda di dalam mesin pengering tanpa memastikan semua noda cokelat sudah hilang. Mengeringkan pakaian yang terkena noda dapat membuat noda malah menempel.

 

Metode 2. Memanfaatkan Hidrogen Peroksida atau Cuka

  1. Buatlah penghilang noda sendiri. Campurkan sabun cuci piring dan larutan peroksida 3% dengan perbandingan 1:2 untuk menghasilkan penghilang noda yang dapat dibubuhkan secara langsung pada noda cokelat. Sabun akan menghilangkan minyak dan lemak sementara pemutih peroksida akan membersihkan warna apa pun yang tidak diinginkan.

    • Dalam memilih sabun cuci piring, cobalah merek Dawn atau Palmolive. Kedua merek tersebut dikenal sebagai penghilang lemak. Cokelat mengandung berbagai jenis lemak dan gula sehingga penting untuk menggunakan kombinasi berbagai metode untuk berfokus pada bagian noda masing-masing.
    • Gunakan cuka ketimbang hidrogen peroksida sebagai pembersih buatan sendiri yang alami.
  2. Gunakan lap putih atau spons yang bersih untuk membubuhkan penghilang noda pada bagian yang terkena noda. Lakukan penyerapan noda sambil mengamati adanya perubahan warna pada bahan. Biarkan penghilang noda mengurai noda hingga 15 menit jika warnanya tetap menempel. Jika larutan menghasilkan perbedaan warna dibandingkan bagian kain lainnya, hentikan segera. Kenakan sarung tangan saat menggunakan hidrogen peroksida karena dapat merusak kulit.
  3. Bilaslah pakaian dengan baik menggunakan air dingin. Baliklah sisi dalam pakaian ke luar dan bilas kembali. Tergantung dari nodanya, pakaian Anda mungkin memerlukan beberapa siklus pada mesin cuci sebelum benar-benar bersih dari noda.
    • Jika kelihatannya tidak ada noda yang hilang setelah pencucian pertama, cobalah biarkan larutan peroksida pada noda untuk waktu yang lebih lama

 

Metode 3. Menghilangkan Noda Cokelat pada Karpet

  1.  Bersihkan serpihan apa pun dari luberan cokelat dengan penghisap debu. Menggunakan penghisap debu pada cokelat berlebih mencegah noda tertekan atau terserap ke dalam karpet maupun menyebar ke bagian lainnya. Cobalah gunakan selang penghisap debu langsung di atas noda cokelat agar menghisap noda secara akurat.
  2. Bubuhkan penghilang noda dengan sikat gigi yang bersih. Oleskan penghilang noda dengan perlahan menggunakan sikat gigi yang bersih di atas noda cokelat. Jangan menggosok noda cokelat yang akan membuatnya semakin terserap ke dalam bahan karpet. Bilaslah sikat gigi setelah setiap kali pengolesan untuk mencegah semakin menyebarnya noda cokelat. Biarkan penghilang noda bekerja dengan mendiamkannya selama lima hingga sepuluh menit.

    • Untuk membuat penghilang noda sendiri dengan cepat, campurkan satu sendok makan sabun cuci piring dengan dua cangkir air hangat.
  3. Rendam penghilang noda. Serap noda menggunakan handuk bersih atau lapisi noda dengan tisu di atasnya, dengan menekannya menggunakan buku-buku. Penting untuk menekankan bahwa Anda tidak boleh menggosok noda, tetapi gunakan teknik menyerap untuk mengeluarkan kelembapan. Terus lakukan penyerapan menggunakan handuk bersih. Menyerap menggunakan handuk yang terkena noda cokelat dapat mendorong noda cokelat kembali terserap ke dalam karpet. Karpet terjalin secara dalam dan tebal, jadi noda cokelat mungkin tidak akan keluar pada pertama kalinya.
  4. Bubuhkan penghilang noda sekali lagi dan lakukan penyerapan kembali. Saat merawat karpet yang terkena noda, Anda akan tahu noda cokelat telah benar-benar terangkat saat handuk yang digunakan untuk menyerap noda terasa lembap tetapi tanda-tanda cokelat tidak terlihat. Tergantung dari bahan karpetnya, gunakan campuran larutan hidrogen peroksida 3% dengan perbandingan 1:1. Walaupun larutan ini dapat bekerja pada noda yang bandel, ini juga dapat merusak bahan secara permanen.

Metode 4. Menghilangkan Noda Cokelat pada Kain Pelapis

  1. Hilangkan cokelat yang berlebih. Baik dengan menepuk-nepuk cokelat yang meleleh menggunakan handuk atau menggunakan selang penghisap debu sambil mengikis noda cokelat yang sudah lama, hilangkan sebanyak mungkin cokelat sebelum membubuhkan produk pembersih apa pun. Jangan menyebarkan noda secara terburu-buru.
  2. Bubuhkan penghilang noda. Tergantung dari parahnya noda dan jenis kain pelapis, gunakan penghilang noda yang sesuai pada noda cokelat. Untuk noda yang kecil, campurkan satu sendok makan detergen dengan dua cangkir air dingin. Untuk noda yang lebih parah, gunakan pelarut pencucian kering. Periksa apakah kain pelapis tahan terhadap bahan kimia yang keras sebelum membubuhkan pelarut pencucian kering atau penghilang noda apa pun.
  3. Gunakan kain putih yang bersih untuk menyerap larutan pada noda cokelat. Pastikan kain memang bersih untuk mencegah kain pelapis terkena noda berlebih. Bubuhkan pelarut hingga terserap ke dalam kain pelapis. Anda juga dapat menggunakan spons ketimbang lap putih tetapi pastikan lap tersebut bersih.
  4. Ulangi sesering yang diperlukan. Lanjutkan membubuhkan larutan pembersih dan lakukan penyerapan pada kain pelapis yang terkena noda menggunakan kain putih yang bersih hingga noda cokelat tidak lagi dapat terangkat. Lakukan penyerapan pada kain pelapis hingga noda hilang dan kering.


Peringatan :

  • Detergen pakaian dan produk pembersih sering kali berbahaya terhadap selaput lendir dan kulit. Lindungi selalu diri Anda saat bekerja menggunakan bahan kimia dengan memakai sarung tangan karet jika menggunakannya, dan menjaga mulut Anda tertutup rapat. Usahakan juga untuk menghindari menghirup bahan kimia apa pun yang serius.
  • Jika bahan kimia masuk ke dalam mata, bilaslah bola mata Anda dengan air selama 15 menit dan hubungi dokter di daerah Anda untuk memperoleh bantuan lebih lanjut.

 Sumber :

https://id.wikihow.com

Bagikan ke: